Kamis, 07 Januari 2016

Difabilitas



 Berbicara Mengenai Difabilitas.

Mengenai difabilitas, menurut saya, difabel itu adalah kondisi dimana seseorang itu mengalami kekurangan dalam hidupnya. Misalnya, orang yang memiliki cacat semenjak lahir, orang yang memiliki keterbelakangan mental, dan lain sebagainya.
Sejauh yang saya tau dan yang sudah saya amati, orang-orang difabel ini banyak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Orang-orang menganggap bahwa mungkin mereka itu aneh, beda dari yang lain, susah untuk dimengerti, dan lain sebagainya.
Harus nya kita membuang jauh praduka yang seperti itu. Mungkin, dimata kita mereka memang aneh, menyusahkan, dan bahkan menyebalkan. Tapi ya mau bagaimana lagi, itu tidak bisa kita hindari.
Nah, berbicara mengenai sistem pendidikan untuk penyandang difabel. Di daerah saya sendiri, masih sedikit sekolah yang menyediakan jasa untuk para penyandang difabel. Sangat disayangkan memang. Karena, walau bagaimanapun, seorang penyandang difabel, juga butuh mendapatkan pendidikan.
Berbicara sedikit mengenai pengalaman saya dulu waktu masih SD. Kebetulan, waktu itu ada seorang penyandang difabel yang bersekolah ditempat yang sama dengan saya. Hal ini terjadi karena orang tuanya juga seorang pengajar disana, dan difikiran saya, mungkin karena hal itu dia bisa diterima disekolah yang sama dengan saya.
Namun ternyata, dia (penyandang difabel tersebut) memiliki umur yang lebih tua dari saya. Selama beberapa tahun, dia terpaksa mengulang duduk di kelas yang sama. Sangat disayangkan memang. Pendidikan orang normal dengan orang penyandang difabel itu tidak bisa disamakan.
Selanjutnya, mengenai Fasilitas Umum untuk para penyandang difabel. Terus terang saja, di daerah saya tidak ada hal seperti itu disediakan oleh pemerintah. Seharusnya mereka lebih memikirkan hal tersebut. Contohnya saja, jembatan penyeberangan. Di daerah saya, yang seperti itu tidak ada. Seharusnya ini merupakan salah satu fasilitas yang harus disediakan oleh pemerintah, karena ini sangat penting untuk keselamatan mereka sendiri.
Terakhir, seberapa besar peran pemerintah / pengusaha / swasta / masyarakat dalam menyediakan ruang untuk berekspresi, peluang kerja bagi para difabel. Dalam pandangan saya, peran pemerintah, pengusaha, masyarakat, dan sebagainya itu sangat besar. Seharusnya kita juga menyediakan sesuatu yang dibutuhkan oleh mereka. Agar mereka bisa mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, meskipun itu  membutuhkan arahan tentunya.
Seharusnya, kita harus memperhatikan hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh para penyandang difabel. Karena hal ini sangat penting untuk meningkatkan semangat hidup mereka, dan juga untuk menghilangkan prasangka/praduga dari masyarakat, bahwa penyandang difabel itu tidak bisa melakukan apa-apa. Sebagai contoh sedikit saya berikan, mengenai para penyandang difabel indonesia yang sukses dengan keterbatasannya.
Habibie Afsyah, seorang penyandang difabel yang sukses dengan bisnin online nya.

Terakhir, ada Stevie Wonder. Meskipun dia tidak bisa melihat, tetapi dia memiliki keahlian sebagai seorang musisi dan pencipta lagu.

Jadi, pesan dari saya, jangan pernah menganggap remeh seseorang hanya dari keadaan fisiknya saja. Kemungkinan, orang yang anda anggap remeh itu, lebih baik dari diri anda sendiri.